mimisan
ilustrasi gambar anak mimisan

Mimisan atau dalam istilah medis disebut juga dengan istilah epikstatis adalah pendarahan yang terjadi dari hidung. Mimisan bukan hanya terjadi pada orang dewasa, mimisan juga bisa terjadi pada balita. Hal ini bisa terjadi karena ada luka pada pembuluh darah di daerah hidung. Dokter IGD RS Wijayakusuma, dr H Tangguh B. Prasetyo mengatakan “pada anak usia tersebut, anak biasanya sedang sangat aktif dan lebih rentan luka.”.
Pada usia balita mimisan sering terjadi karena pembuluh darah anak masih tipis dan peka. Beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya mimisan diantaranya saat demam tinggi, udara yang terlalu panas dan kering, trauma atau terbentur pada daerah hidung, mengorek hidung dengan jari tangan yang membuat luka pada pembuluh darah.
Mimisan juga sering terjadi pada anak yag mengalami rhinitas alergika dimana pada kejadian, anak sering mengalami pilek karena alergi, sehingga pembuluh darahnya menjadi tipis atau pada sebagian kecil mimisan juga merupakan bagian dari penyakit yang serius.
Ketika anak mimisan, sebaiknya sebagai orang tua jangan panik kita harus bisa mengontrol emosi agar bisa mengatasi anak yang mimisan. hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menangani anak mimisan adalah sebagai berikut: baringkan anak dengan posisi kepala lebih tinggi kemudian tekan daerah tulang hidung anak kurang lebih satu sampai dua menit dan kompres dengan es batu didaerah luar tulang hidung anak pada sisi yang mengalami mimisan. Selain itu juga bisa memasang sumbat lubang hidung anak pada sisi yang mengalami mimisan dengan kapas atau kasa atau tisue. Setelah tiga sampai lima menit , periksa kembali apakah mimisan masih berlangsung atau tidak.
Pada mimisan yang merupakan bagian dari penyakit serius, biasanya terjadi lebih sering dengan pendarahan lebih banyak dan sulit diatasi. Pada keadaaan ini anak perlu diperiksakan ke dokter untuk dicari tahu lebih lanjut penyebab mimisan.
Ketika setelah mimisan anak batuk dan mengeluarkan darah atau terdapat darah pada riak anak, maka hal ini kemungkinan besar disebabkan adanya darah yang tertelan saat mimisan sebelumnya. Karena saat mimisan terkadang sebagian darah tertelan oleh anak.