Jika sebelum memutuskan mengikut sertakan properti, jiwa, pendidikan atau lainnya untuk di asuransikan kepada perusahaan Asuransi kita harus mengenal lebih dahulu pengertian Asuransi beserta seluk-beluknya, maka hal yang tak kalah penting adalah bagaimana nantinya kita akan melakukan klain pada perusahaan Asuransi yang kita percaya untuk menanggung kerugian apabila suatau saat kita mengalami kecelakaan yang tidak di inginkan misalnya saja, rumah yang kita tempati tiba-tiba terkena musibah banjir dan mengalami kerusakan parah sehingga membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar.

Lihat semua mengenai topik tentang Asuransi  ….

Nah sebelum Infoperistiwa.com menjelaskan langkah-langkah atau prosedur untuk melakukan klain Asuransi kepada perusahaan Asuransi yang kita percayai, maka alangkah baiknya apabila kita mengenal terlebih dahulu pengertian Klaim Asuransi menurut para ahli di luar sana, sehingga kita cukup paham dan tidak bingung saat melakukan klaim.

Menurut para ahli Klaim asuransi adalah Sebuah permintaan resmi kepada perusahaan asuransi, untuk meminta pembayaran berdasarkan ketentuan perjanjian(polis). Namun klaim Asuransi yang diajukan akan ditinjau terlebih oleh perusahaan untuk validitasnya dan kemudian dibayarkan kepada pihak tertanggung setelah disetujui.

Setelah mengetahui pengertian dasar klaim Asuransi , maka kita sebagai nasabah Asuransi harus mengetahui langkah-langkah atau prosedur klaim Asuransi apabila suatu saat dibutuhkan sehingga akan mempermudah proses klaim Asuransi nantinya. Berikut adalah prosedur untuk meminta klaim Asuransi kepada pihak atau perusahaan Asuransi tempat kita mempercayakan properti atau jiwa kita :

Pelaporan & Batas Waktu Pelaporan Klaim
pelaporan klaim asuransi

Jika terjadi suatu kecelakaan atau musibah yang menimpa objek pertanggungan yang diasuransikan, Anda harus segera mengambil langkah sbb :

  1. Melaporkan kepada pihak yang berwajib/ berwenang
  2. Berusaha maksimal menyelamatkan dan menjaga objek yang diasuransikan
  3. Menghubungi petugas klaim Asuransi dalam waktu 3 x 24 jam (3 hari kerja) melalui sarana komunikasi yang efisien : telpon, email, facsimil, telegram ataudatang langsung ke kantor kami yang terdekat.

Survey Klaim

Segera setelah menerima laporan klaim biasanya petugas akan melakukan peninjauan lokasi (survey klaim) untuk mengumpulkan data/ informasi terkait dengan kejadian klaim tersebut.

Untuk nilai kerugian yang besar akan menunjuk penilai independent (Loss Adjuster).

Penyelesaian Klaim

Berdasarkan hasil survey klaim, dokumentasi klaim, syarat dan kondisi polis akan diketahui status klaim tersebut serta besarnya nilai kerugian yang menjadi tanggung jawab perusahaan Asuransi sesuai kondisi polis. Perusahaan Asuransi akan menjelaskan mengenai dasar penyelesaian klaim dan jika Anda menyetujui maka langkah berikutnya adalah penyelesaian administrasi dan pembayaran klaim.

Risiko Sendiri
resiko sendiri own risk asuransi

Istilah lain Risiko sendiri adalah Own Retention/ Own Risk atau Deductible. Merupakan suatu nilai tertentu yang harus Anda tanggung untuk setiap kali kejadian klaim yang dijamin polis.

Besarnya nilai risiko sendiri biasanya dinyatakan dalam ikhtisar polis, misalnya :

Rp. 250.000,00 per kejadian, atau 10% dari jumlah kerugian yang disetujui, atau
5% dari Jumlah Uang Pertanggungan, minimal Rp. 1.000.000,00

Misalnya sebuah mobil senilai 100 juta rupiah diasuransikan senilai tersebut. Besar risiko sendiri dalam polis Rp. 100.000,00 setiap kejadian. Jika terjadi klaim senilai Rp. 1.000.000,00 maka perusahaan Asuransi akan mengganti sebesar Rp. 1.000.000,00 – Rp. 100.000,00 =Rp. 900.000,00

Depresiasi

Depresiasi adalah penyusutan nilai dari suatu objek harta benda. Besarnya depresiasi tergantung dari tiap jenis objek harta benda tersebut dan lama pemakaiannya. Biasanya depresiasi akan diperhitungkan dalam menghitung nilai suatu klaim.

Pembayaran Klaim

Pembayaran klaim dapat dilakukan setelah semua proses tersebut di atas selesai. Setelah semua proses dipenuhi maka perusahaan Asuransi akan melakukan proses pembayaran klaim segera sesuai ketentuan polis. Pembayaran dapat berupa tunai, transfer rekening, cek atau giro atau perbaikan/ penggantian ataupun pemulihan kembali objek asuransi yang mengalami kerusakan.

Jadi jika anda mengalami kecelakaan pada harta benda atau jiwa nada segera laporakan sesuai dengan prosedur diatas, agar proses pengajuan nklaim menjadi tidak terhambat. untuk lebih jelasnya berikut adalah skema untuk melakukan klaim Asuransi :

langkah atau prosedur klaim asuransi